PKM Hibah UMMADA Cirebon Tahun 2025: Inovasi, Pemberdayaan, dan Digitalisasi Menuju Kampus Berdampak
Cirebon, 2025 – Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon melalui para dosen dan mahasiswa kembali menorehkan prestasi penting dalam dunia pendidikan tinggi. Pada tahun 2025, UMMADA berhasil melaksanakan berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Ditjen Dikti-Saintek.
Program-program ini melibatkan sejumlah dosen lintas bidang keilmuan yang berkomitmen untuk menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi aksi nyata, langsung menyentuh masyarakat desa dan kelompok rentan. Tidak hanya sekadar pengabdian, PKM Hibah ini menjadi bukti kesungguhan UMMADA dalam mewujudkan visinya sebagai “Universitas Unggul dan Islami Berorientasi Kesehatan dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tahun 2044.”
Artikel ini akan merangkum empat program utama PKM Hibah yang berhasil dijalankan oleh dosen UMMADA Cirebon pada tahun 2025.
1. Pure Bilar: Inovasi Tepung Ubi Jalar untuk Industri Rumahan Kerupuk Pararedan
Tim Dosen: Teguh, Ade, Wiwin Lokasi: Desa Patalagan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan
Program bertajuk “Pure Bilar” (Pure Ubi Jalar) menjadi sorotan karena mengangkat potensi lokal Desa Patalagan yang kaya akan hasil panen ubi jalar. Tim dosen berupaya mengubah ubi jalar menjadi tepung bernilai jual tinggi, yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar kerupuk Pararedan, jajanan khas desa setempat.
Selain membantu dalam proses produksi, tim juga memberikan pendampingan digitalisasi pemasaran. Pelatihan meliputi pemanfaatan media sosial, marketplace, dan strategi branding sederhana agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dampak langsungnya adalah lahirnya UMKM desa yang lebih mandiri, kreatif, dan berorientasi pasar digital. Pure Bilar tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat untuk mengembangkan potensi daerahnya.
2. Buser: Sabun Serai Inovatif dari Tangan Ibu-Ibu PKK
Tim Dosen: Ade, Mariam, Siti Difta Lokasi: Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan
Program PKM Hibah lainnya yang tak kalah menarik adalah Buser (Sabun-Sabun Serai). Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk memanfaatkan potensi minyak atsiri dari serai wangi yang banyak ditemukan di Desa Sarewu.
Tim dosen menggandeng ibu-ibu PKK sebagai motor penggerak kegiatan. Melalui pelatihan intensif, masyarakat diajak belajar ekstraksi minyak serai, formulasi sabun herbal, hingga pengemasan produk.
Produk sabun serai ini diharapkan memiliki nilai tambah karena selain ramah lingkungan, juga memiliki kandungan antibakteri alami. Dengan sentuhan branding yang tepat, sabun Buser dapat diposisikan sebagai produk unggulan desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Program ini tidak hanya memberdayakan ibu-ibu PKK secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan bahan alam untuk produk kesehatan sehari-hari.
3. Pelatihan Ekstraksi Antosianin Ubi Jalar Ungu: Cegah Stunting dengan Pure Bilar PMT
Tim Dosen: Like, Mariam, Nunung Lokasi: Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan
Stunting masih menjadi masalah serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kuningan. Melalui program PKM Hibah, tim dosen UMMADA berupaya menghadirkan solusi dengan judul:
“Pelatihan Ibu-Ibu PKK dalam Ekstraksi Antosianin Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Membuat Menu Pemberian Makanan Tambahan (Pure Bilar) sebagai Upaya Mencegah Stunting.”
Program ini melibatkan ibu-ibu PKK untuk mengolah kulit ubi jalar ungu, yang kaya akan antosianin, menjadi bahan tambahan dalam menu makanan sehat. Produk yang dihasilkan diberi nama Pure Bilar PMT, yang difokuskan untuk meningkatkan gizi anak-anak di desa.
Kehadiran program ini sangat diapresiasi oleh masyarakat, karena memberikan pemahaman bahwa bahan sederhana yang sering dianggap limbah justru bisa diolah menjadi pangan fungsional bernilai gizi tinggi.
4. Abon Lenting: Pemberdayaan Disabilitas Melalui Inovasi Pangan
Tim Dosen: Fika Nurul Hidayah, Diyanah Kumalasary, Tomi Kolaborator: Anggota BEM 2024 dan BEM 2025 UMMADA Lokasi: Desa Durajaya
Judul program ini adalah: “Pemberdayaan Komunitas Disabilitas melalui Pembuatan Abon Lele Pencegah Stunting (Abon Lenting).”
Uniknya, program ini tidak hanya dijalankan oleh dosen, tetapi juga melibatkan mahasiswa melalui BEM Eksekutif Mahasiswa UMMADA. Fokus utama adalah pemberdayaan komunitas disabilitas agar dapat mandiri secara ekonomi.
Melalui pelatihan, komunitas disabilitas diajarkan cara membuat abon lele kaya protein yang diposisikan sebagai pangan sehat pencegah stunting. Produk tersebut diberi nama Abon Lenting (Abon Lele Cegah Stunting).
Kehadiran Abon Lenting menjadi simbol inklusi sosial, di mana kelompok rentan tidak lagi dipandang sebagai objek, tetapi subjek yang aktif berperan dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Integrasi dengan SDGs dan Visi UMMADA
Keempat program PKM Hibah ini memiliki benang merah yang sama, yaitu:
Mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) seperti No Poverty, Zero Hunger, Good Health and Well-Being, dan Decent Work and Economic Growth.
Mengimplementasikan visi UMMADA untuk menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi kesehatan serta berlandaskan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan.
Mewujudkan IKU (Indikator Kinerja Utama) Perguruan Tinggi, di antaranya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis proyek nyata serta kolaborasi dosen dengan masyarakat.
Dampak Jangka Panjang
Peningkatan SDM Desa – masyarakat desa kini memiliki keterampilan baru dalam produksi dan pemasaran.
Penguatan UMKM – munculnya produk lokal unggulan seperti Pure Bilar, Buser, dan Abon Lenting yang dapat dipasarkan secara digital.
Kemandirian Komunitas Rentan – pemberdayaan komunitas disabilitas menjadi bagian penting dari pembangunan inklusif.
Peran Kampus dalam Pembangunan – UMMADA Cirebon memperkuat posisinya sebagai universitas yang berdampak nyata di tengah masyarakat.
Penutup
PKM Hibah UMMADA Cirebon Tahun 2025 membuktikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan diterjemahkan dalam bentuk karya nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dari tepung ubi jalar, sabun serai, pangan bergizi, hingga pemberdayaan disabilitas, semua program ini menunjukkan wajah UMMADA sebagai kampus yang unggul, Islami, dan berdampak.
Dengan berbagai inovasi tersebut, UMMADA Cirebon berharap dapat terus menjadi pionir dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai universitas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di: 📍 Official Account: @ummadacirebon 📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada 📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada 📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada 🌍 Website Resmi: ummada.ac.id 🎥 YouTube: @ummadacirebon 📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]